Cara Alternatif Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa dengan Hipnokonseling Gestalt

Permasalahan terkait prestasi akademik siswa menjadi perbincangan hangat saat ini. Menurut Boy Soedarmadji, M.Pd., C.Ht dosen sekaligus kepala Program Studi Bimbingan Konseling di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian prestasi akademik siswa tersebut. Salah satunya, belum maksimalnya layanan konseling pada siswa.

Oleh karena itu, dalam forum group discussion Boy mengenalkan terkait Hipnokonseling Gestalt sebagai alternatif upaya dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. “Selama ini penggunaan hipnosis dalam proses konseling di kota besar sudah menjadi tren bagi para konselor di sekolah, karena dengan hipnokonseling proses konseling menjadi lebih efektif dan efisien, tetapi masih banyak pula yang memandang negatif terhadap ilmu ini,”terangnya.

Berdasarkan penelitiannya, Boy banyak menemukan bahwa sebagian besar konselor tidak mempergunakan teori konseling dalam melaksanakan konseling dengan siswa. Perlakuan yang diberikan pada siswa dilakukan dengan mempergunakan “ilmu warisan” berupa nasihat-nasihat atau pemberian saran. Selain itu, masih banyak guru mata pelajaran atau konselor yang menjadi tenaga administratif seperti bendahara dan lain-lain. Menurunya, itulah yang harus diubah mulai saat ini.

Berdasarkan kondisi di lapangan tersebut, Lembaga Hubungan Internasional, Humas, dan Protokoler (LHIHP) Unipa Surabaya mengundang sejumlah guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kab. Sidoarjo di Kampus II Unipa Dukuh Menanggal untuk mengikuti Forum Group Discussion (FGD) untuk memberikan pengetahuan baru terkait Hipnokonseling Gestalt dalam peningkatan prestasi akademik siswa yang tujuannya untuk mempermudah guru BK dalam menangani peserta didiknya.

Agar lebih maksimal dalam memperdalam materi Hipnokonseling Gestalt, Boy mengajak para guru praktik langsung dan merasakan bagaimana dihipnosis. Para guru itu diajaknya berkonsentrasi sambil memejamkan mata dan diarahkan untuk mengikuti arahannya. “Di sinilah, yang harus diketahui bahwa seseorang yang dihipnosis itu sebenarnya dalam posisi sadar tetapi hanya terjadi penurunan gelombang otak dari Betha (14-28cps/circle per second) ke Alpha (7-14 cps) atau Tetha (3-7 cps) yang akan membuat pikiran menjadi lebih rileks,”ungkap dosen yang sedang menyelesaikan S3 di University Sultan Idris Malaysia itu.

Boy menekankan, bahwa penanganan masalah siswa membutuhkan strategi konseling yang efektif dan efisien, artinya efektif dalam menyelesaikan masalah serta efisien dalam penggunaan waktu. Melalui strategi HiGest ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah prestasi akademik siswa yang disebabkan masalah-masalah pribadi seperti urusan yang belum selesai,”terangnya.

Acara ini mendapat sambutan yang positif dari Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA, Kepala LHIHP Drs. Widodo, ST., M.Kom, dan Ketua MGBK Kab. Sidoarjo Yupiter Sulifan, M.Psi yang turut hadir di acara FGD.

 

 sumber: unipasby.ac.id
Follow and like us: